Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

PENTING!! MILIKI PATNER YANG BAIK

Gambar
  Patner dalam KBBI diartikan sebagai orang (badan usaha dsb) dari dua pihak yang berbeda yang bekerja sama karena saling membutuhkan atau melengkapi (dalam suatu kegiatan, usaha dagang, dsb); mitra; pasangan: pengusaha merupakan patner pemerintah dalam usaha pembangunan negara. Patner bisa juga disebut sebagai teman, teman kerja, teman bermain, teman hidup, maupun teman yang lainnya. Memiliki banyak teman / patner mendatangkan berbagai manfaat bagi kesehatan mental. Namun, memiliki banyak teman tak selamanya berkaitan dengan kebahagiaan. Asalkan memilih orang yang tepat, teman bisa membawa kebaikan dalam hidup kita.      Punya banyak teman tentu menyenangkan. Bisa jalan-jalan bareng,  upload  konten Instagram, sampai  staycation  di tempat yang belum pernah Anda kunjungi. Teman juga ada ketika Anda butuh bantuan maupun tempat berbagi cerita. Manusia memang makhluk sosial yang membutuhkan keberadaan manusia lain di sekitarnya. Namun benarkah mem...

Hati-hati dengan Keyakinan Keliru yang Kamu Anggap Benar

  Kekuatan Pikiran Taukah Kamu, bahwa pikiran itu memiliki kekuatan? Karena efek kuatnya pikiran, Kamu akan terbentuk olehnya. Seperti kata pepatah “Kamu adalah apa yang Kamu pikirkan tentang dirimu”. Apalagi antara pikiran , perkataan, dan perbuatan memiliki hubungan erat dalam pembentukan karakter. Baik buruknya kata-kata yang Kamu ucapkan dan pikirkan memiliki kekuatan luar biasa yang bisa mempengaruhi dan menciptakan tindakan Kamu. Dengan kata lain, pikiran adalah katalisor yang mempengaruhi perkataan dan berdampak pada tindakan Kamu. Jika sering berpikir gagal, maka Kamu akan sering menyebut bahwa Kamu merupakan orang yang Gagal. Kemudian Kamu akan bertindak seperti orang Gagal, yang mana tindakan ini justru memperkuat keyakinan bahwa Kamu adalah orang gagal dan pasti akan selalu gagal. Begitu juga sebaliknya. Jika pola pikir dan perilaku mempunyai kaitan yang sangat erat, maka pola pikir juga bisa menjadi penentu kesuksesan. Latha Girish, psikolog klinis di Westminter Hea...

Rentenir Masa Kini, Siapakah Dia??

Gambar
https://id.theasianparent.com/kasus-pinjaman-online Rentenir                 Pinjaman merupakan Salah satu fenomena yang masih hidup dan masih eksis di lingkungan sekitar kita, bahkan tidak dapat di pungkiri jika hal tersebut kita pun pernah melakukannya. Apalagi di era moderen ini sudah banyak sekali pinjaman online yang menawarkan uang dengan begitu mudahnya.                 Jika dulu ada yang namanya rentenir, yaitu seseorang yang melakukan kegiatan peminjaman uang atau modal. Renten atau kegiatan renten suatu aktifitas dimana seseorang meminjamkan uang dengan bunga yang berlipat-lipat yang memungkinkan bunga tersebut melebihi utang pokoknya jika cicilannya terlambat. 1.        Eksistensi praktik rentenir ini dikarenakan masyarakat menyadari lebih mudahnya dan lebih efisiennya meminjam uang dari...

3 Tips Jitu Mengalahkan Mental Block

          Mental Block bisa diartikan sebagai bisikan-bisikan hati kita yang mengajak kita untuk meragukan kemampuan diri sendiri. Otak manusia kan ada dua bagian. Kiri dan Kanan. Otak bagian kanan itu imajinatif, suka bikin gagasan-gagasan kreatif. Sedangkan otak bagian kiri itu logis, sangat perhitungan dan suka ilmu pasti. Nah, otak bagian kiri ini lah yang kadang memperhitungkan gagasan-gagasan yang muncul dari otak kanan. Di mana, kalo menurut otak kiri gagasan si otak kanan ini gak masuk logika, otak kiri bakal ngasih masukan penyangkalan, yang kita sebut dengan Mental Block. Misalnya anak seorang petani yang dimana untuk sekedar makan sehari-hari aja sangat kekurangan. Namun ia memimpikan untuk menjadi seorang dokter supaya bisa mengobati keluarganya ketika mereka terluka, tetapi seperti yang kita tahu biaya untuk sekolah kedokteran itu luar biasa tinggi. Sehingga anak tersebut mengubur dalam-dalam mimpinya karena ia merasa itu tidak mungkin dapat ...

3 TIPS NGEBUCININ DIRI SENDIRI

                 Menurut riset yang dilakukan oleh Dove dalam Indonesia Beauty Confidence Report 2017 yang saya ambil dari liputan6.com thun 2018, disebutkan bahwa 38 persen wanita Indonesia suka membandingkan diri dengan orang lain. Hal tersebut menyebabkan rasa tidak percaya diri sehingga merasa tidak cantik.                 Selain itu, riset tersebut juga menjelaskan bahwa 84 persen wanita Indonesia mengaku tidak tahu jika dirinya cantik dan 72 persen percaya bahwa untuk mencapai kesuksesan, wanita harus memenuhi standar kecantikan tertentu. Sementara itu, 92 persen setuju jika setiap wanita memiliki kecantikan versi mereka sendiri dan 86 persen setuju jika wanita dapat tampil cantik di usia berapapun. Padahal kecantikan setiap wanita berbeda-beda. Apalagi, Indonesia memiliki beragam suku dan budaya. Selain itu banyak diantara mereka yang justru ngebucinin ido...