3 Tips Jitu Mengalahkan Mental Block

        Mental Block bisa diartikan sebagai bisikan-bisikan hati kita yang mengajak kita untuk meragukan kemampuan diri sendiri. Otak manusia kan ada dua bagian. Kiri dan Kanan. Otak bagian kanan itu imajinatif, suka bikin gagasan-gagasan kreatif. Sedangkan otak bagian kiri itu logis, sangat perhitungan dan suka ilmu pasti. Nah, otak bagian kiri ini lah yang kadang memperhitungkan gagasan-gagasan yang muncul dari otak kanan. Di mana, kalo menurut otak kiri gagasan si otak kanan ini gak masuk logika, otak kiri bakal ngasih masukan penyangkalan, yang kita sebut dengan Mental Block.

Misalnya anak seorang petani yang dimana untuk sekedar makan sehari-hari aja sangat kekurangan. Namun ia memimpikan untuk menjadi seorang dokter supaya bisa mengobati keluarganya ketika mereka terluka, tetapi seperti yang kita tahu biaya untuk sekolah kedokteran itu luar biasa tinggi. Sehingga anak tersebut mengubur dalam-dalam mimpinya karena ia merasa itu tidak mungkin dapat ia gapai melihat kondisinya saat ini. bahkan untuk sekedar membicarakannya kepada orang lain pun ia tidak berani karena takut ditertawakan oleh orang lain.

Seperti itulah gambarannya mental block, padahal untuk bisa masuk sekolah kedokteran tidak melulu biaya langsung dari orang tua. Karena jaman sekarang pemerintah banyak sekali menyiapkan beasiswa, dan bahkan dari universitas pun juga banyak yang menyediakan beasiswa untuk mereka yang pantas. Tinggal sekarang bersediakah anda untuk memantaskan diri?

Dampak dari Mental Block yang paling gede kalo diturutin adalah kita bakal jadi manusia yang pesimistis. Selalu membayangkan hal-hal buruk yang akan terjadi saat kita mau melakukan sesuatu. Endingnya kita jadi manusia yang selalu takut gagal, takut untuk mencoba, bahkan takut untuk sekedar bermimpi, dan akhirnya batal jadi orang sukses.

Mental Block itu tercipta dari pikiran logis. Tapi biasanya, itu hasil dari pikiran logis yang masih dangkal. Belum mengkaji lebih jauh apakah gagasan otak kanan itu benar-benar bakal bikin kita gagal atau malah sebaliknya. Karena Tuhan sudah menganugerahi otak kita dengan kemampuan yang sangat luar biasa. Terlalu naif kalo kita dengan mudah mengatakan "Aku nggak akan bisa, Aku nggak bakal sanggup, Itu mustahil, itu gak mungkin". Komentar-komentar semacam itu sama aja udah meremehkan anugerah yang bernama otak yang Tuhan berikan kepada  kita.

Mental Block itu kan hasil dari pikiran logis kita,  jadi kita juga harus bisa mengalahkan mental block dengan bukti nyata yang logis juga. Contohnya gimana? Yaudah lakuin aja dulu dan buktikan! Contoh simpelnya gini, dulu aku pengen banget bisa kuliah bukan Cuma sekedar lulusan SMA, tapi keluargaku bilang “udah sih gak usah kuliah, gak kasian sama ibu bapakmu, lihat aja itu buat makan aja susah, mbok ya kamu itu pengertian dikit jadi anak”. Pedih banget dihati denger omongan itu, jujur saja sempat down tapi yaudah aku telen aja semua omongan itu.

Pikiran logis ku tentu saja membenarkan semua omongan itu, namun pada sisi pikiran yang lainnya aku pun seperti mencari cela untuk menemukan jalan baru, yang kemudian terfikirkan untuk sambil kerja supaya gak ngerepotin harta keluarga. Yaa, alhasil aku bisa melaluinya dan bisa lulus sarjana tepat waktu seperti yang aku mau, karena kata orang kuliah sambil kerja itu pasti lulusnya lama, tapi mohon maaf itu tidak berlaku untuk ku.

biasanya orang yang mengalami mental block adalah mereka yang memiliki ciri-ciri tidak bersemangat, tidak percaya diri, memiliki ketidakmampuan untuk berkonsentrasi dan berpikir dengan nalar yang jelas.  Lebih dari itu gejala lain dari mental block juga bisa dilihat dari beberapa ciri kepribadian berikut ini:

1.      Meragukan diri sendiri

Mental block akan muncul pada orang yang selalu meragukan kemampuannya.  Dengan merasa ragu pada diri sendiri itu akan membuat kamu merasa tidak pantas dibandingkan dengan orang lain bahkan setelah kamu bekerja susah payah untuk melakukan suatu hal dengan maksimal. Meragukan diri sendiri sebenarnya itu hanyalah argumen yang ada di kepala kamu, harusnya argumen itu terbantahkan saat kamu mencoba membuat sesuatu itu dengan maksimal.

2.      Membatasi pikiran

Gejala lain dari munculnya mental block adalah ketika kamu sering membatasi pikiranmu sendiri berdasarkan pengalaman yang pernah dialami misalnya kegagalan. Padahal dengan pola pikir yang selalu kamu batasi tersebut, kamu tidak akan bisa mendorong dirimu untuk tumbuh dan terus belajar hal baru.

3.      Sulit untuk menentukan skala prioritas

Tidak bisa menentukan hal yang prioritas adalah salah satu penghambat dalam proses pengembangan diri. Hal tersebut dapat terlihat dari cara kita mengorbankan lebih banyak waktu untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting dan menelantarkan tugas atau kepentingan utama dalam hidup.

4.      Suka membandingkan dengan orang lain

Pikiran yang suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain juga bisa menjadi pemicu munculnya mental block. Dengan banyak melakukan perbandingan terhadap orang lain akan membuat kamu lebih panik dan tidak fokus terhadap kemampuan diri sendiri. Next akan aku tuliskan untuk tips membandingkan diri yang sangat berguna untuk masa depan kita.

Selain dari gejala diatas, mentalblock juga bisa disebabkan oleh :

1.      Pengalaman pribadi

Mengalami kegagalan berisiko membuat kita menganggap diri ditakdirkan selalu gagal walaupun berjuang sekeras apa pun. Pada akhirnya, pikiran ini membuat kita kehilangan percaya diri. Sikap mental seperti ini jika dibiasakan dari kecil dapat menjadi sebuah mental block bagi kita.

 

2.      Penilaian orang tua, guru, dan lingkungan sekitar

Sejak kecil kita sering dirhadapkan dengan berbagai konsep penilaian, baik dan buruk, pintar dan bodoh, hebat dan payah. Penilaian tersebut diberikan oleh orang tua, guru, ataupun teman-teman. Orang-orang tersebut adalah pemeran-pemeran utama yang memberikan penilaian-penilaian itu kepada kita. Pada akhirnya dari penilaian-penilaian itulah terbentuk citra diri kita. Contoh sederhana, seorang ayah yang mengatakan pada anaknya, “Sudahlah, tidak perlu sekolah terlalu tinggi. Bapakmu ini bukan pegawai negri yang salalu ada setiap bulannya. Berpikir sederhana saja, sekolah samapi SMA juga sudah bagus, yang terpenting kita bisa bertahan hidup.”

Perkataan ini kemudian membentuk keyakinan di dalam pikiran anak dan menjadikannya seorang anak yang minder dan selalu menganggap dirinya tidak berhak menjadi seseorang yang “besar” di masa depan.

Bila kamu secara terus menerus membiarkan dirimu mengalami gejala mental block, akan banyak peluang terbuang karena kamu masih selalu meragukan diri sendiri dan tidak fokus pada kemampuanmu. Tentunya hal ini akan menghambat produktivitas & kreativitas dalam mencapai apa yang menjadi impianmu.

Ketika kamu merasa buntu dengan kesulitan dari tugas atau pekerjaan yang kamu alami, tidak ada salahnya untuk beristirahat sejenak lalu menyaring dan mengerjakan tugas yang mudah terlebih dahulu. Karena dengan mendahulukan pekerjaan yang lebih mudah, semangatmu untuk mengerjakan hal lainnya akan tetap ada dan tidak terhambat oleh kesulitan yang kamu alami. Selain itu, hal ini juga bisa mengembangkan kepercayaan diri untuk bisa menyelesaikan pekerjaan lainnya.

 

3 Tips Jitu Mengalahkan Mental Block

1.       Fokus Pada Kemampuan Diri

Mulailah dengan mengingat keberhasilan yang pernah kamu raih sebelumnya. Pastinya dalam hidup kamu pernah merasakan keberhasilan bukan? Dari keberhasilan yang pernah diraih tersebut cobalah analisis bagaimana kamu bisa sampai ke tahap itu, keberhasilan dalam hal apapun itu. Dengan begitu, itu akan menumbuhkan kembali rasa percaya diri dan energi positif yang kamu miliki.

Kemudian perlahan mulailah untuk fokus kepada kemampuan yang kamu miliki, dan terus asah kemampuan itu dengan mengerahkan semua resources yang kamu punya.

2.      Menantang Diri

Kamu bisa mempelajari hal baru dari informasi yang ada di internet, membaca buku, berita dan sebagainya. Mempelajari hal baru akan mengarahkan otak untuk berpikir dengan cara yang baru juga. Termasuk dengan mempelajari sesuatu yang baru di luar bidang yang kamu kuasai. Dengan begitu pikiran kamu akan lebih berkembang, mampu meningkatkan kreativitas yang akan membuat kamu memiliki pola pikir untuk pemecahan masalah yang lebih banyak.

Jadi, ketika kamu menghadapi masalah yang sulit, kamu tidak akan buntu hanya dengan satu solusi saja, namun akan lebih mudah mencari solusi yang lainnya.

3.      Temukan Circle Pertemanan Yang Positif

Memiliki lingkungan yang positif tentu saja akan membuat pikiran dan perasaan kamu selalu dalam mode positif, selain itu juga bisa mendatangkan banyak inspirasi bagimu. Kamu akan lebih terpacu untuk bisa mencontoh apa yang belum pernah kamu coba, dan lingkungan yang selalu mendukungmu akan memberikan energi lebih untuk kamu bisa mencapai keberhasilanmu.

Lingkungan yang positif akan memberikan kenyamanan dan juga akan sangat berpengaruh pada produktivitas dan kreativitas dalam mengerjakan sesuatu. Oleh karena itu tidak ada salahnya saat ingin bekerja di rumah, kamu sebaiknya merapikan tempat kerja terlebih dahulu agar mudah mendapatkan inspirasi.

Nah itu dia tips jitu dari saya, namun sebelum mulai melakukannya alangkah lebih baiknya dimulai dulu dengan mengubah kalimat-lalimat yang muncul dari mental blockmu yang salah. Setiap kali muncul kalimat seperti, “Aku tidak akan bisa” gantilah dengan kalimat yang lebih positif atau kalau tidak, lebih netral. Misalkan, “Siapa tahu ternyata bisa?”, “Kalaupun nggak bisa. Coba dulu. Paling nggak bisa belajar sesuatu!“. Jadi perhatikanlah kalimat-kalimat negatif yang sering kamu pakai. Kemudian gantilah kalimat-kalimat tersebut dengan kalimat yang positif.

Selanjutnya mari kumpulkan bukti bahwa mental block mu itu salah. Karena biasanya, kita seringkali percaya bahwa itu adalah kebenaran, dan justru ketika kita punya mental block yang terjadi adalah kita mencari bukti untuk membenarkan bahwa apa yang kita percayai itu adalah benar. Dan yang terjadi justru kita mencari bukti-bukti yang menunjukkan,”Tuh kan apa yang tadi aku bilang itu benar”.

Selamat mencoba teman-teman, jika anda merasa membutuhkan pendampingan untuk melakukannya, anda bisa DM ke @husna_iasma atau ke email asmaulhusna9928@gmail.com untuk mendaftarkan diri. Bisa melalui konsultasi terlebih dahulu atau bisa langsung mendaftar untuk mengikuti program Coaching Session. Jika masih ada yang belum tau apa itu Coaching Session atau ada yang mau menambahkan sebagai tips ke empat, boleh di cantumkan pada kolom komentar.

 

Rabu, 9 Juni 2021

Yogyakarta

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengontrol atau Memaksa?

3 TIPS NGEBUCININ DIRI SENDIRI