Hari Yang Mengemaskan
Pagi ini bersemangat sekali rasanya untuk memulai hari, padahal biasanya seringkali malas bangun apalagi kalau malamnya kerja dan baru bisa beristirahat setelah jam satu dini hari. Namun entah mengapa hari ini semangat sekali, bahkan berangkat kerja jam 5 pagi padahal semalem juga baru tutup setelah jam 12 malam. Yaa, meskipun sempat tidur lagi sebentar disana karna memang jam bukanya jam 6 pagi, padahal mah niat hati ingin menyelesaikan rekapan semalam dulu, karena memang belum sempat direkap penjualan hari kemarin.
Lagi,
lagi tidak seperti biasanya ku hari ini, bagaimana tidak sekitar jam 10 pagi
udah makan semangkuk bakso dan sebungkus nasi padang, pencapaian yang sangat
luar biasa sekali pemirsaa hehee. Karena biasanya dimata orang disekitarku, aku
tu makannya sedikit, tadaa dan kubuktikan kali ini nahwa aku yang dulu bukanlah
yang sekarang, wkaweka kaya lagunya siapa gituu.
Btw,
ponselku sampai hari ini masih rame bangett chat dari para calon karyawan, emmm
rasanya brisik sekali bikin males pegang HP. Tapi, salah satu karyawan yang
membuat aku kesal kemarin siang tadi tiba-tiba chat minta jadwal di full in
tanpa libur di minggu depan. yaa, antara percaya dan ga percaya sih.
Gimana
aku gak kesal coba, sudah ku atur jadwalku di hari kemarin dengan sangat rapi,
tiba-tiba sekitar jam 10an pagi di chat kalo dia ga bisa datang untuk berangkat
kerja karena mau bantuin ayahnya ngesound. Padahal dia sangat tau karyawan
sedang tidak banyak dan jadwal sudah di share seminggu sebelumnya, dimana
tanggung jawabnya sebagai karyawan?? rasanya tuh seperti diduakan sama pasangan
sendiri, huuh, bikin kesal aja!
Padahal
hari kemarin aku gak ada prepare sama sekali untuk full day di konter, belum
meditasi satu kali pun, dan juga ada jadwal mentoring 2 kali di hari itu. Untungnya
di hari itu aku bawa laptop, karena memang sudah merencanakan mau nulis jurnal
di pagi harinya, biar ga numpuk tugas di sore hari, tapi tetap saja mentoring
di tempat kerja mana bisa fokus, belum lagi brisiknya jalanan. Huuh, untung
sudah ga lagi kesal mengingat kejadian kemarin.
Mengenai
prihal karyawan tentu saja tidak kubiarkan begitu saja, dan langsung ku tegur
di hari yang sama, karena itu merugikan orang lain yang berpatner dengannya. Bersyukurnya
hari itu beberapa orang bersedia ada untuk membantuku, sehingga aku masih tetap
bisa menjalankan tugas-tugasku yang lainnya, tanpa harus menutup tempatku
mencari nafkah. Ah sudahlah, sudah berlalu, toh sudah ku peringatkan juga untuk
tidak mengulanginya lagi.
Oiya,
siang ini sehabis kerja aku berencana untuk donor darah, ih semangat banget
rasanya, dan sebenarnya itu juga sih alasanku makan banyak tadi hahaa. Tapiiii,
apalah daya lagi-lagi semesta belum mengijinkanku, yang membuatku tertolak
lagii. Entah sudah berapa kali aku mendaftarkan diri untuk bisa donor darah dan
berakhir dengan hasil yang sama, meskipun dengan alasan yang berbeda-beda.
Setelah
tertolak di PMI tadi justru membuat lelahku semakin terasa, dan juga kepala
sedikit pusing yang membuatku seketika pengen makan daging kambing, karena
alasan ku tertolak tadi disebabkan tekanan darahku yang rendah. Jadi, di
perjalanan pulang tadi rasanya aku pengen makan daging kambing yang banyak,
tapi masalahnya aku gak suka daging kambing, huhhf bikin dilema aja. Alhasil,
akhirnya aku memutuskan untuk makan daging sapi aja, “iya deh daging sapi aja,toh
sama-sama daging” begitu batinku.
Senin, 24 Mei 2021
Yogyakarta
Komentar
Posting Komentar