Masih Orang Yang Sama

 

                Pagi ini masih berlanjut membahas tentangnya, salah satu orang penting di hidupku yaitu dia si wanita tangguh yang dulu sering menemani perjalananku. Malam tadi dia menginap di kosan ku, tetapi tidak seperti sebelum – sebelumnya yang mana kami sering kali menghabiskan waktu untuk ngobrol sepanjang malam, dan malam ini dia memamahi kesibukanku, lalu memilih tidur lebih awal.

                Pagi harinya, aku bangun lebih awal karena beberapa hari jam tidurnya cenderung lebih cepat, beberapa jam kemudian dia pun bangun dan langsung mandi kemudian siap-siap. Dia mengajakku ke café dan mengerjakan tugasku disana biar dapet suasana baru katanya, tetapi aku menolaknya dengan alasan males mandi, dandan dan lain sebagainya.

                Hari kemarin, aku ada menulis bahwa aku sering kali ngeluh sama dia “ih gak ada yang ngajakin aku jalan” terlebih ketika aku sedang lelah sekaligus bosan dengan segala bentuk rutinitas. “dihh, kamu tu suka ngomong gitu, padahal aku sering ngajakin jalan tapi kamu sibuk mulu” sahutnya dengan nada sewot. “kapan?? Yaudah ayok sekarang” ikutan ngegas dong wkwkk seru emang mincing keributan tuhh, apalagi pas lagi bosan-bosannya hehee.

            Kemudian di pagi ini, dia tanya

“kamu mau ke Pantai gak?”

“kapan” tanyaku

“iya nanti abis aku dari café” sahutnya “

“gak ah, masih ada yang mau aku kerjakan” kataku sembari melihat kearahnya yang sedang merias diri.

“tu kan, lu tu suka gitu. Sok – sok nanya kapan, tapi di pikiranmu juga masih kapan – kapan” omelnya yang hanya bisa aku tanggapi dengan senyum aja.

            Dia adalah salah satu temanku yang cukup paham, bagaimana susahnya mengajakku pergi, kecuali jika itu aku yang mau. Apalagi jika perginya itu sekedar ke kosannya atau ke kos teman yang lainnya, harus memberiku berbagai tawaran yang menarik sampai pada akhirnya aku mau, yaa meskipun gak jauh-jauh hanya sekedar mie ayam bakso ataupun es cream, dan itu pun syaratnya ga boleh lama – lama disananya.

            Entah mengapa, aku tu suka cepat bosan di tempat orang, rasanya pengen cepat-cepat pulang aja. Ada gak sih yang kaya aku gak kerasanan gini? Kadang suka diomelin sama yang lain, karena mereka terus yang main ke tempatku dan bahkan nginep disini, sedangkan aku jarang sekali bahkan ada yang belum pernah sekalipun aku main ke tempatnya, itu baru sekedar main, apalagi yang sampai nginep, bisa dihitung pakai jari dan bisa dipastikan itu pasti terpaksa banget. Selain bisa dipastikan juga kalau aku nginep disana kalau gak rewel, yaaa justru malah diem atau malah sibuk sendiri.

            Bersyukurnya aku punya teman – teman yang begitu fleksibel seperti mereka, mereka butuh mereka yang dateng, dan bahkan aku yang butuh pun mereka yang dateng ketempatku. Namun 1 tahun terakhir ini, aku sedang mencoba belajar untuk lebih fleksibel ketika diajak main ketempat teman, hanya saja terkadang kesibukan yang terkadang membuat aku belum bisa merealisasikannya, atau jarak yang terlalu jauh yang membuatku enggang untuk pergi. Kalau mau pun inginku gak sampai menginap, namun dia terlalu lelah jika harus bolak balik, karena memang waktu itu juga sudah sore dan hampir maghrib, jadi “abis dijalan” doang katanya.

            Semenjak di Jogja aku menjadi seperti ini, padahal dulu jaman di pesantren aku sering main ke tempat teman – teman ku dan bahkan nginap dirumah mereka, begitu pun sebaliknya mereka juga nginap di rumah ku, yaa meskipun lebih sering mereka yang dateng ke rumahku sih. Bahkan aku karena jarang pulang kerumah, justru temanku yang lebih bisa tidur nyenyak dari pada aku, jadinya berasa aku yang tamu bukan tuan rumahnya.

 

Sabtu, 29 Mei 2021

Yogyakarta

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengontrol atau Memaksa?

3 TIPS NGEBUCININ DIRI SENDIRI

3 Tips Jitu Mengalahkan Mental Block