Menyedihkan!!
Hallo pembaca
setiaku, hari ini aku mau ceritain pelangganku yang lucu-lucu seperti beberapa
pelangganku pagi ini. pelanggan yang pertama adalah seorang ibu (keliatannya
sih begitu) beliau sepertinya abis belaja dari pasar kerena membawa berbagai
macam bahan makanan untuk dimasak yang mengantung di bagian depan motor yang
dibawanya.
Beliau cerita
betapa pusingnya belanja di pasar, meskipun komplit mau cari apa aja ada, tapi
jadinya bingung mau mulai dari mana, dan apa yang seharusnya dibeli malah gak
jadi kebeli, sedangkan apa yang seharusnya ga dibeli malah jadi kebeli “capek saya
mba, pusing” begitu katanya. Kemudian si ibu juga cerita tentang teman-temannya
yang suka mengadaikan barang milik mereka ketempatnya.
Ada salah satu
temannya yang mau mengadaikan motor baru kepadanya dengan uang senilai 20 juta,
namun ternyata setelah di cek motor itu ternyata motor kredit yang baru
berjalan 2 bulan, kemudian si ibu ga mau karena terlalu beresiko dengan
beralasan dia lagi ga punya duit dan balik mengeluh mengenai berbagai macam hal
mengenai kebutuhannya. “ya iya kan mba, nanti kalau orangnya kabur malah aku
rugi to mba, wes rugi 20 juta ditambah harus bayar kreditan tiap bulane” begitu
katanya.
Beliau juga
bercerita jika pernah ada temannya yang pinjam uang kepadanya dan melebihi jangka
waktu yang sudah dijanjikan, dan ketika ditagih justru bilangnya “sek to ojo
kesusu, duek mu kan akeh to” begitu jawabnya dalam bahasa jawa dengan nada yang
tidak enak di dengar. Kalau di bahasain indonesia kira-kira begini “ bentar sih
jangan buru-buru, uangmu kan banyak sih” seperti itu, padahal si ibu beneran
lagi butuh waktu itu.
Mendengar cerita
si ibu tadi, otakku auto mengingat jika aku pun pernah diperlakukan dengan hal
serupa, udah ga tepat janji, setiap kali ditagih jawabannya “kamu mau buat apa
sih?” seakan-akan Cuma dia yang butuh duit, eh gitu pun masih mau minjem lagi
mana maksa pula. Dia minjem buat makan 200 ribu, padahal aku aja makan paling Cuma
15rban, ngeselinkan hmm. Sampe sekarang udah ah, gak mau lagi nagih bikin capek
doang ga ada hasil.
Bukan Cuma itu,
ada juga nih yang minjem waktunya udah lewat, terus ditagih banyak alasaneh
kemudian perlahan ngilang, jadi bukan Cuma gebetan yang suka gosting pemirsaa,
mana nomorku di blokir, semua sosial media juga di blokir. Bahkan sampai
sekarang orangnya bagai ditelan bumi, gak pernah ada kabar lagi. Padahal untuk
minjemin dia waktu itu ku gadaikan gelang kesayanganku, karena itu pemberian
dari orang spesial, hmmm nasib yaa niat baik gak selalu bersambut dengan baik
juga.
Rasanya menyedihkan
sekali, uang seringkali merusak pertemanan, beberapa teman yang sebelumnya
cukup dekat pada akhirnya menjadi orang asing hanya karena uang yang tidak
seberapa, sakit hati rasanya ketika aku tidak lebih penting dari uang yang
dipinjamnya. Aku pernah punya seorang teman yang mana kita sering kali
bareng-bareng, bahkan dulu sering banget dia nginep di rumahku supaya bisa
jalan sama pacarnya.
Kemudian dia
pinjem uang yang Cuma beberapa ratus ribu, dan memang sengaja gak aku tagih
juga karena temen sendiri, bahkan ketika dia lamaran dan dia mau pakai baju
kesayanganku pun aku kasihkan kepadanya. Namun sekitar hampir 2 tahun aku tagih
karena memang sedang butuh banget buat bayar kuliah, dia banyak sekali alasan
dan kemudian menghilang perlahan.
Alhasil sampai
sekarang anaknya udah besar udah masuk sekolah mau baju ataupun duit ga ada
yang balik, ternyata memang benar pernyataan jika mau tahu seperti apa
seseorang itu, ajak dia berurusan dengan uang, ah baiklah cukup tau aja.
Udahlah gak
mau lagi mengenang orang-orang seperti itu Cuma bikin capek hati, capek
pikiran, capek badan gak ada hasil. Emm yang terpenting sekarang aku
dipertemukan dengan orang-orang baik yang bersedia ada meski gak punya duit.
Selasa, 25 Mei 2021
Yogyakarta
Komentar
Posting Komentar